Menjemput Cahaya Pagi: Sholat Dhuha sebagai Nafas Spiritual di SMK YP17-2 Malang

 


Di saat matahari mulai merangkak naik, menyinari halaman SMK YP17-2 Malang dengan cahaya lembutnya, ada sebuah kebiasaan mulia yang perlahan membentuk karakter dan jiwa para siswanya. Bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ikhtiar sunyi untuk mendekat kepada Sang Pencipta: Sholat Dhuha.




Langkah-langkah kecil menuju  ruang sholat sekolah menjadi saksi bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan kecerdasan spiritual. Dalam setiap sujud, terselip doa-doa sederhana: memohon kelancaran belajar, kemudahan memahami pelajaran, ketenangan hati, serta masa depan yang penuh keberkahan.

Guru dan siswa berdiri sejajar, bersujud pada Tuhan yang sama. Di situlah nilai kebersamaan dan keteladanan tumbuh tanpa banyak kata. Sholat Dhuha mengajarkan bahwa rezeki bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan hati yang lapang menerima takdir.

Kebiasaan ini perlahan menanamkan kesadaran bahwa setiap kesuksesan membutuhkan sandaran pada Allah. Bahwa sebelum tangan bekerja keras dan pikiran berpikir jauh, ada doa yang harus dipanjatkan. Ada keyakinan yang harus dirawat.

SMK YP17-2 Malang melalui Sholat Dhuha menegaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga insan yang siap menghadapi kehidupan dengan iman sebagai kompas dan akhlak sebagai pijakan.

Semoga dari setiap sujud Dhuha yang dilakukan, lahir generasi yang kuat hatinya, jernih pikirannya, dan luhur budi pekertinya. Generasi yang tidak hanya mengejar dunia, tetapi juga mengingat akhirat. Karena dari sekolah inilah, cahaya pagi itu terus dinyalakan menerangi langkah menuju masa depan yang diridhai Allah SWT.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMK YP 17-2 MALANG, SEKOLAH PENCETAK TOKOH SUKSES