Dari Buddha Raksasa ke Es Krim Manis: Petualangan Edukasi SMK YP 17-2 Malang yang Mengesankan
Pagi itu, siswa-siswa SMK YP 17-2 Malang penuh semangat berkumpul di sekolah sejak pukul 05.00 untuk mempersiapkan kunjungan industri ke PT. AICE Ice Cream Jatim Industry.
di atas kolam, dihiasi relief indah yang menceritakan perjalanan hidup Buddha, termasuk hukum sebab-akibat dan perjalanan menuju Kusinara. Dibangun atas prakarsa Bhikkhu Viriyanadi, patung ini meraih rekor MURI pada 2001 sebagai patung Buddha tidur terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi simbol ketenangan, kebijaksanaan, dan toleransi antarumat di tengah situs bersejarah Kerajaan Majapahit. Kami menghabiskan waktu hingga pukul 09.00 untuk belajar tentang nilai edukasi dan spiritualnya, sambil menikmati udara segar pagi yang membuat hati semakin antusias untuk petualangan selanjutnya.
.Setelah itu, bus melaju menuju PT. AICE, di mana kami tiba pukul 09.00 dan langsung mengikuti sesi pembelajaran tentang proses produksi es krim hingga pukul 12.00. Menggunakan seragam jurusan, kami belajar banyak tentang industri makanan, mulai dari bahan baku hingga pengemasan, yang membuat kami semakin menghargai kerja keras di balik camilan favorit. Usai ishoma dengan katering pak yang lezat, perjalanan dilanjutkan ke Kenjeran Park Surabaya pukul 12.30. Di sana, dari pukul 14.00 hingga 16.00, kami menikmati pantai dan wahana rekreasi, lengkap dengan baju ganti untuk bermain air, sambil menyerap pelajaran tentang pariwisata pesisir.
Perjalanan berlanjut ke Kota Lama Surabaya pukul 16.00, di mana kami tiba setengah jam kemudian dan menjelajahi bangunan bersejarah hingga pukul 18.30, sambil menikmati ishoma kedua. Suasana kolonial yang kental membuat kami seperti kembali ke masa lalu, belajar tentang warisan budaya Jawa Timur. Akhirnya, pukul 18.30 kami berangkat pulang ke Malang dan tiba di sekolah sekitar pukul 19.45 WIB, lelah tapi penuh inspirasi dari hari yang padat dengan pengetahuan dan kesenangan.



Semoga murid dan guru bisa mengambil hikmah dan inspirasi dari perjalanan wisata sejarah dan kunjungan industri di Mojokerto
BalasHapusAamiin. Maturnuwun Pak Tito,.. Mohon Doa dan bimbingannya selalu
Hapus